Pacaran memang gak selalu berjalan
mulus, kadang-kadang indah, namun ada kalanya semua harus berakhir.
Supaya gak berlarut-larut, dan kasihan juga pasangan kita kalo tetap
dipaksakan menyandang status
pacaran, tapi sebenarnya hati kita sudah terbang kemana-mana, keputusan sulit dan agak kejam harus dipilih. Kita harus siap
mutusin pacar
kita. Emang sih kelihatannya kejam, tapi ini lebih baik daripada
menunjukan perasaan palsu kepadanya. Kalo udah gak cocok kenapa harus
dipaksakan?
Sebenarnya mudah saja mutusin pacar,
tinggal bilang “eh car, gue, elo, end”, as simple as that. But the
tricky part is, gimana caranya mutusin pacar tanpa terlalu nyakitin?
Emang sih, yang namanya putus pasti nyakitin, tapi kan tetep bisa
dibikin sesedikit mungkin sakitnya hehe. Berikut ini adalah langkah demi
langkah yang bisa kamu tiru, kalo kamu pengen mutusin pacar kamu tapi
tetep gak terlalu nyakitin.
Pertama, pikirkan matang-matang
Harus dipikirkan dulu matang-matang sebelumnya, apakah memang hubungan
ini sudah tidak bisa dipertahankan, atau jangan-jangan kamu hanya sedang
jenuh saja? Malu dong kalo nanti kamu sudah putusin si dia, tiba-tiba
besoknya kamu kangen sama dia… Jadi, pikirin masak-masak dulu sebelum
melakukan hal ini, pastikan tekad di hati kamu sudah bulat, baru
berlanjut ke step berikutnya.
Kedua, buat persiapan
Saat tekad kamu sudah bulat, saatnya membuat persiapan. Persiapan
mutusin pacar harus dari jauh-jauh hari nih, kecuali kamu mau menjadi
pihak jahat yang mutusin seseorang dengan kejam hehe.. Semakin baik
persiapan, semakin kecil kemungkinan terpengaruh emosi. Pihak yang
diputusin sudah pasti akan tidak terima dan sedih atas keputusan kamu,
dia akan menyerang kamu dengan pertanyaan bertubi-tubi. Nah disinilah
letak persiapan berfungsi, di titik ini, kamu sudah harus punya alasan
jelas kenapa kamu mutusin dia. Kamu harus siapin jawaban yang tegas dan
bisa diterima (masuk akal) apabila dia menanyakan alasannya. Selain
alasan, kamu juga harus mempersiapkan kalimat yang tepat
Ketiga, jadikan dia yang pertama tahu
Ini point penting nih. Bisa kamu bayangkan ga rasanya apabila kamu tau
mau diputusin oleh pacarmu, tapi taunya dari temannya, bukan darinya
langsung? Pasti sedih kan rasanya? Nah, kita juga gak mau melakukan hal
yang serupa buat dirinya. Memang sih sebelum memutuskan akan mutusin
dia, kita pasti bakal minta pendapat sahabat-sahabat terdekat kita, tapi
pastikan sahabat yang kita pilih, adalah seseorang yang bisa menjaga
rahasia dan tidak akan membocorkannya, apalagi sama si dia. Hormatilah
dia karena bagaimanapun saat ini posisinya masih sebagai pasanganmu
Keempat, ketemu langsung lebih baik
Aduuuhh, lupakan deh cara mutusin pacar lewat sms, telp, email, bbm
apalagi social media.. Emang sih kayaknya lebih gampang mutusin orang
lewat situ, tapi media-media tersebut tidak memungkinkan kita bertemu
dan berinteraksi secara langsung, muka kita gak bisa keliatan,
ujung-ujungnya pasti gak bagus. Mutusin pacar lewat media tersebut juga
dapat memberi kesan bahwa kita penakut. Sekali lagi, hormati pasanganmu
Kelima, cari waktu dan lokasi yang paling tepat
Sebenarnya point kelima ini termasuk dalam tahap perencanaan, namun
karena amat penting, jadi kayaknya saya pisahin aja disini. Jangan
mengucapkan kata putus pada saat perayaan ulang tahun, kenaikan jabatan,
wisuda, hari jadi atau hal-hal lain yang semestinya menjadi hari yang
menyenangkan. Hari yang paling baik untuk eksekusi adalah hari Jumat.
Karena ini adalah hari weekdays terakhir, sehingga si dia bisa
memulihkan perasaannya pada hari sabtu dan minggu, tanpa mengganggu
pekerjaan atau pendidikannya. Lokasi juga penting, cari tempat yang
netral, tidak ramai, dan sebaiknya sedikit pribadi. Ini juga untuk
memberi sedikit kebebasan untuk dirimu saat mengucapkan kata putus.
Keenam, biarkan si dia menguasai keadaan
Point ini terjadi setelah kamu sudah mengucapkan kata putus. Respon
orang saat diputusin berbeda-beda, ada yang ketawa, ada yang menangis,
ada yang kaget tidak percaya, bahkan ada yang kelihatannya seperti
tidur. sesaat setelah kamu bilang kata putus, beri ia waktu untuk
memahami keadaan, lalu biarkan dia untuk mengungkapkan perasaannya. Di
point ini, keteguhan hatimu diuji lagi, apakah kamu memang sudah fix
ingin berpisah dengannya, atau ternyata masih sayang padanya. Jangan
setengah-setengah dalam memilih hal ini, bilang putus tapi tetap
menggantung dirinya adalah sebuah kejahatan dalam percintaan.
Ketujuh, proses rehabilitasi dan penyesuaian
Beberapa hari setelah kamu mengatakan kata putus, apabila si dia masih
sayang padamu, dia akan berusaha untuk terus menghubungi dirimu dan
menawarkan kata balik. Teguhkan hatimu, jangan terpancing suasana,
karena bisa jadi nanti kamu yang menyesal dikemudian hari. Tolaklah
dengan halus setiap ajakannya, beri alasan yang masuk akal kenapa kalian
tidak bisa lagi bersama. Apabila dia menawarkan pertemanan, terimalah,
sebenarnya hal itu bisa menenangkan hatinya untuk beberapa saat. Tapi
hati-hati, berilah batasan pada pertemanan kalian, gak mau kan kalo
calon pacar baru kita gak jadi dateng gara-gara terlalu dekat sama
mantan pacar?
^_^ thanks and please like ^_^