cerpen cinta remaja
Cinta memang tak pernah salah
Akan tetapi,
Terkadang caranya saja yang salah
Hari
yang paling mendebarkan bagi SMA Adi Thirta akhirnya tiba juga. Team
basket dari dari SMA Adi Jaya udah mulai memasuki lapangan, kemudian
disusul dengan team basket si tuan rumah. Jerit histeris pun terjadi,
memanggil - manggil nama pemain idola mereka, dan berusaha mensupport
mereka supaya bisa menang - lagi. Asal tahu aja, SMA Adi Thirta ini udah
berkali-kali menjuarai pertandingan basket di setiap season. Jadi,
tengsin donk, men, kalo sampe kalah!!!
"Nicko!
Nicko!! Nickooo!!!" teriak seorang cewek yang berdiri paling depan di
tribun penonton. Begitu si cowok berkaos team biru di tengah lapangan
itu menoleh ke arahnya, si cewek semakin jingkrak-jingkrak nggak karuan.
"Semangaat!!"
Si cowok pun tersenyum geli
melihatnya. Dia mengacungkan ibu jari kanannya ke arah si cewek, lalu
kembali bergabung ke temen seteamnya.
Well,
si cewek yang teriak-teriak itu namanya Anastasya Amanda Agustina
Afrilia. Tapi biasanya sih dipanggil Nezya, Nah Lho?? Dapet darimana
coba? Belum lagi bulan lahirnya, bukan Agustus ataupun April (Padahal
kalo lihat namanya, kayaknya menjurus kesitu ya?), melainkan Juni. Hmm??
Unik deh, bener-bener unik. Nyemangatin cowoknya aja pake
jingkrak-jingkrak segala. Haduuh... kok nggak ada jaim-jaimnya gitu
loh!
Sedangkan si cowok bernama Nicko Adi
Putra Syahreza. Biasa dipanggil Nicko (Nah, kalo ini masih nyambung!)
Dia itu-bisa dibilang-cowok idola di SMA Adi Thirta, tapi sayangnya, doi
udah ada yang punya-hal itu adalah satu-satunya musibah terbesar bagi
fans setianya. Nggak heran sih kalo dia juga biasa disebut-sebut sebagia
Si Charming Prince, 'cause dia itu memang Pangeran idaman setiap cewek
Adi Thirta. Matanya yang menawan, mampu menghipnotis mereka sampe
klepek-klepek. Bodynya yang six-packs nggak sampai luput dari pandangan
mereka. Kulit cerahnya yang akan terlihat mengkilap dengan cucuran
keringat pun juga nggak akan membuat para fansnya itu tutup hidung atau
apa-lah, malah mereka rela mengelapkan keringat itu-KALO diizinkan.. :D
Priiiiit......!!!
Pertandingan dimulai.
Sebenarnya sih, nggak ngerti-ngerti amat soal pertandingan basket, tapi
demi sang pangeran hati, Nezya rela teriak-teriak GJ dari tribun
penonton. Tapi perhatiannya pada Nicko di lapangan sedikit memudar
ketika ia menangkap bayangan sesosok cowok
berbadan-besar-tinggi-tegap-berambut cepak-yang memakai kaos team
kuning-team lawan. Selama pertandingan, matanya seolah nggak bepaling
dari cowok misterius itu. Hingga akhirnya... Priiiitt......!!!
Pertandingan is over.
"Haa??" Nezya melongo. "Udahan yaa??"
"Yaah,
daritadi kemana aja lo??"sahut Fera-soulmatenya yang sedari tadi
berdiri di sampingnya-dengan menghembuskan nafas heran.
"Berapa skornya??" tanya Nezya.
"30-29,"jawabnya. "Kita kalah,"
"Yeee!" sorainya.
"Hush!"bentak Fera. "Kalah kok malah seneng,sih?? Aneh, deh, lo!"
"Ooh, iya-ya.."
"Ya udah, samperin cowok lo sana, gih! Suntuk banget deh tuh kayaknya.."
Tanpa
babibu lagi, Nezya langsung meluncur ke tepi lapangan basket dan
menghampiri Nicko yang sedang duduk sambil minum air mineral dengan
rakusnya. Nezya menyodorkan sebuah sapu tangan ke arahnya. Tapi, Nicko
malah buang muka.
"Nickoo.." gumam Nezya.
"Kenapa tadi lo nggak support gue?!" tanyanya dengan nada kesal.
"Eeh..tadi
gue lihat lo maen kok! Suer, keren banget! Gue tahu lo udah berusaha
semaksimal mungkin buat menangin pertandingan ini. Ya kan?" Tidak ada
jawaban.
Nezya memposisikan dirinya-duduk- di samping Nicko. "Iya
deh, gue minta maaf, bukan maksud gue buat nggak ndukung lo, tapi...
tadi gue ke-ti-du-ran..."jawabnya ngawur. Please deh, di kondisi yang
serame ini masa iya memungkinkan buat tidur?? Khayal banget,kan??
ckckck.. "Lo tahu, gue kemaren itu tidur jam dua malem. sampe sekarang
aja gue masih ngantuk... Hoooaahhmmm" Akhirnya, Nezya malah
nambah-nambahin kebohongan deh, biar Nicko percaya.
Nicko
memandangnya. "Cewek, kalo nguap itu ditutupin.." katanya seraya
menutup mulut Nezya. "Bukannya malah diperlebar gitu..." Akhirnya ia
tersenyum pada Nezya.
Nezya pun membalas senyum manisnya itu. "Hehe.. maaf deh, Bau yaa???"
Nicko
berdiri sambil tertawa lirih dan mengacak-acak rambut Nezya. "Jangan
diulangi lagi ya? Lain klai, kalo mau lihat gue tanding, tidur yang
cukup dulu, biar nggak ketiduran kayak tadi.."
"Jadi, lo maafin gue??"
Nicko
memandangnya lagi dengan tersenyum. "Iya-lah. Masa gara-gara gitu aja
gue sampe marah banget ke lo, kan ya nggak masuk akal juga.."
"Makasih ya. Tapi gara-gara gue nggak support lo, sekolah kita jadi kalah deh.."
"Yee... ada yang GR niih..." ujarnya. "Kita kalah bukan karena lo kali..."
"Aah, Nicko nakal,iiih...."
"Haha.. iya-iya.... "
Tiba-tiba,
ada yang nyamperin mereka di tengah-tengah perbincangan itu. Nezya
memasang sorot mata tak percaya. Itu Fera! Bersama cowok misterius
itu!
"Hai!" sapa Fera. "Mumpung lagi disini, nih. Gue kenalin sama seseorang. Ini Zack. Dia anak Adi Jaya."
"Zack,"
Zack mengulurkan tangannya ke arah Nicko. Nicko pun membalas uluran
tangan itu. "Gue Nicko, ini Nezya, cewek gue. Oh iya, tadi main lo
bagus, nggak heran kalo Adi Jaya jadi juara. Selamat, ya!"
"Thanks,"sahut Zack. "Maen lo tadi juga bagus, kok. O iya, gue kenalin ke temen-temen gue yuk!"
"Oke,"
jawabnya. "Nez, gue kesana bentar, ya!" pamitnya ke Nezya. Enggak tahu
kenapa, si Nezya mulai terlihat jaim.Dia merespon Nicko hanya dengan
anggukan kecil dan senyum manis. Aa.. pasti gara-gara cowok
itu!!
"Zack itu idola di Adi Jaya," ujar Fera
tiba-tiba. "Dia juga kapten di team basketnya. Kira-kira posisinya itu
persis Nicko-lah!"
"Ha? Masa sih??" ucap Nezya seolah tak percaya.
"Iya, serius!"
"Terus?"
"Dia
itu udah punya cewek. Tapi dia nggak pernah mau ng-expose hubungannya
di depan public. Terutama di lingkungan sekolahnya." lanjut
Fera.
"Kenapa?"
"Hm?
Masi nanya kenapa? Oke, gue jelasin deh.. Lo tahu posisi Nicko, kan?
Selalu dikerubungin cewek-cewek. Tapi cewek-cewek disini tahu aturan,
coba kalo disana.. Fans Zack itu anarkhis. Kalo mereka sampai tahu siapa
cewek Zack, gue yakin cewek itu bakalan kena teror atau bahkan sampe
terancam hidupnya."
"Hiii... Ngeri amat..." komen Nezya. "Dan lo tahu, siapa cewek itu?"
"Cewek itu gue, Nez." jawabnya singkat.
"Haa???"
"Kalo
dipikir-pikir sih, Nez. Meskipun kita sama-sama dapet cowok idola
sesekolahan, rasanya lebih beruntung lo deh ketimbang gue. Meskipun anak
satu sekolah tahu, lo ceweknya Nicko, tapi nggak satupun mereka berani
neror lo,kan? Lha gue??? Hm... kapan gue bisa sebahagia lo, Nez???"
******************
Empat hari telah
berlalu. Hari ini hari Sabtu, rencananya Nezya mau dinner sama Nick,
malam mingguan gitu ceritanya... Begitu sampai di REVEN_OX_RESTAURANT,
mereka dilambai sesosok cewek di meja paling belakang.Itu Fera.
Akhirnya, mereka berdua pun mendekat ke arahnya.
"Sendirian aja, Fer??" tanya Nezya. "Mana Zack??"
"Bentar lagi juga dateng. Katanya sih tadi dia masih di parkiran.." jawab Fera. "Tuh dia. Zack!"
Dalam
sekejap saja, Zack sudah bergabung dengan ketiga rekannya itu. Tanpa
mereka rencanakan sebelumnya, this is the double date time! Semenjak
saat itu, mereka sering mengadakan acara double date, dengan
direncanakan pastinya.. Otomatis, mereka pun juga kesempatan buat
tukar-tukar nomor hape..
Hingga pada suatu malam....
Penipu..
Pergi jauh dariku..
Sakitku melihatmu..
Pergi jauh dari hidupku....
"Halo,Ma...
Iya, Ma.. Ini aku masih di luar. Aduh, aku nggak bisa... Emang papa
kemana sampe nggak bisa jemput??... Iya deh iya, tapi aku anter temenku
dulu yaa.. Tapi, Ma... Iya deh iya... Nicko bakal sampe sana dalam 10
menit. iya-iya..." Nicko menghembuskan nafas panjang-tak berkutik. Ia
menatap ketiga temannya dengan mengedikkan bahu. "Mama, minta jemput.
Gue duluan nggak pa-pa, kan??"
"Iya, nyantai aja lagi," sahut Zack.
"Nezya ntar bisa gue anter. Percaya deh sama gue, dijamin AMAN."
Nicko tertawa lirih dan berhenti ketika memandang Nezya.
"Gue nggak bisa anterin lo malem ini nggak pa-pa,kan?"
"Tenang aja, kan ada Fera sama Zack, bisa ditebengin, kan??" Nezya tersenyum lucu.
Akhirnya
Nicko pun lenyap dari pandangan hanya dalam satu kedipan
mata-wiih,lebay... Tak lama setelah itu, mereka pun memutuskan untuk
pulang. Zack mengantar Fera terlebih dulu, baru Nezya.
"Awas
ya, Zack, kalo lo macem-macem sama Nezya. Siap-siap dapet bogem mentah
dari gue.." ancam Fera -sebelum keluar dari mobil-sambil menyisipkan
tawa canda ke dalamnya.
"Siap, Miss.Komandan!" sahut Zack.
"Gue juga nggak bakalan macem-macem kok, Fer.. Tenang aja!" sahut Nezya dari jok belakang.
"Haha.. iya-iya. Ya udah, gue duluan ya! See you at Monday di sekolah, Nez..!"
"See you, too, Sist...!"
Mobil
kembali melaju dalam keheningan. Penghuni mobil itu sama-sama membisu.
Sepertinya, rasa deg-degan Nezya yang pernah muncul tempo hari, kini
kembali melanda. Padahal, rasa itu udah perlahan hilang saat mereka
sering ketemu bareng saat double date sesion, tapi sekarang...
"Nggak pingin pindah ke jok depan, Nez?" Sepertinya Zack berusaha mencairkan suasana dingin itu.
"Nggak deh, makasih, bentar lagi juga nyampe, kok, Zack." tolak Nezya.
Tiba-tiba mobil berhenti mendadak.
"Kok
berhenti?" tanya Nezya takut-takut. Secara ya, cewek gitu.. Semobil
sama cowok, terus berhenti di sepi-sepian gini... Pikiran pasti udah
kemana-mana....
"Kamu nggak mau pindah ke depan, ya biar aku yang menghadap ke belakang," ujar Zack.
Pikiran
Nezya dah kemana-mana nih.. Tapi ada satu hal yang Nezya rasa ganjal di
perkataanya itu. "Kamu-aku??" Sejak kapan coba dia pake logat itu ke
Nezya? Sama Fera aja dia pake logat gue-lo..
"Oke,
mungkin kamu bingung. Jadi gini," Zack menarik nafas panjang. "Semenjak
aku kenal kamu di lapangan basket waktu itu, pikiranku nggak bisa lepas
dari bayangan kamu. Jingkrak-jingkrak kamu... Sikap kocak kamu.. Cara
bicaramu.. semuanya itu seolah terlekat dengan sendirinya di memori
ingatanku. Perasaanku pun nggak pernah sebahagia saat aku mengingat
kamu. Rasa aku ke Fera nggak seperti ini. Aku rasa, kamu telah berhasil
mencari sesuatu dariku. Hatiku." jelas Zack. Ia memegang dadanya,"Kamu
udah berhasil mencuri hatiku Nezya. Dan setelah aku fikir-fikir, rasanya
aku benar. Kalo aku... aku.. Aku cinta sama kamu, Nez.."
Nezya
melongo. Kedua matanya membulat seolah tak percaya dengan perkataan
Zack barusan. Jantungnya pun seolah berdegup sangat kencang, rasanya
lebih kencang dari tabuhan genderang yang mau perang.
"Nez?"
"Tapi,
Zack... Lo.. Lo udah punya Fera.. Gue,, gue juga udah punya Nicko. Ini
nggak boleh terjadi. Cinta itu.. itu nggak boleh muncul di antara kita.
Kita nggak boleh khianati mereka. Gue juga udah janji sama Fera, gue
nggak akan macem-macem sama lo," elak Nezya terbata-bata.
"Tapi,
Nez. Aku nggak bisa terus bohongin perasaan aku. Aku juga nggak bisa
memendam rasa ini terus-menerus. Lama-lama aku bisa gila, tahu nggak
sih? Pahami aku,Nez.."
"Gue.. gue bisa bantu apa?"
"Please,
kamu mau jadi cewek gue," ujar Zack memelas. Nezya terkejut bukan
main. Bola matanya nggak lagi segede bola pingpong, tapi udah segede
bola basket.. (wwo... Le'bay..!)
"Zack, itu ucapan terkonyol yang pernah gue denger," celetuk Nezya.
"Itu
lebih nggak mungkin lagi.. Kita udah punya seseorang.. Kalo gue jadi
cewek lo, gimana ntar nasib Fera sama Nicko? Apa mereka bakalan di buang
ke laut gitu aja? nggak mungkin kan??"
"Mungkin kita bisa Backstreet??" kata Zack asal nyeplos.
"Backstreet??" ulang Nezya. Zack mengangguk pasti. Suasana dalam mobil itu menjadi hening.
Namun tak lama kemudian Nezya menghembuskan nafas panjang.
"Beri gue waktu untuk berfikir, Zack. Gue nggak bisa jawab untuk sekarang," jawab Nezya lirih.
"Aku akan menunggu, Nezya." Zack menyahut. "Kayaknya malam udah larut, nih. Aku anterin kamu pulang, ya."
"Sampe gerbang," sahut Nezya.
Mereka
berdua sempat tertawa sebentar, namun tak lama setelah itu mobil Avanza
hitam itu segera melesat bagai angin menuju istana Nezya.
"Udah nyampe, Nez."
"Makasih, ya. Gue duluan, Zack. Udah larut."
"Nez," panggil Zack ketika ia mau membuka pintu mobil.
"Aku tunggu jawaban kamu."
Nezya terdiam, namun akhirnya ia bilang,
"Selamat Malam, Zack." Lalu keluar dari mobil.
Zack segera tancap gas menjauhi rumah Nezya setelah berucap,
"Bye.." ke Nezya. Begitu udah nggak kelihatan lagi batang hidung Avanza itu....Nezya mencak-mencak!!!
"Zack
nembak gue.. Zack nembak gue!!! Gila!! Ini mimpi bukan yaa??!Suer, gue
nggak pernah mikirin ini sepanjang hidup gue! Zack, gue pasti nerima lo!
Karena gue juga cinta sama Lo!!" teriak Nezya.By the Way..Acting gue
tadi oke nggak yaa??, batinnya.
Nezya sama
sekali nggak bisa tidur malam ini. Pikirannya trlalu sibuk sama Zack.
Nggak nyangka Zack bisa jatuh cinta sama dia. Akhirnya Nezya memutuskan
untuk mengirimi Zack sebuah pesan. Ia meraih ponselnya yang tergeletak
tak berdaya di atas bantalnya dan mulai mengetik.
"Gw tunggu di Restoran REVEN_OX malam ini jam 7"Options - SendMessage Sent !
Tak lama setelah itu, ponsel Nezya berdering, tanda sms masuk.
"Aku pasti datang. ;-)"Jam 7 di restoran Reven_Ox.........
Seorang
cewek dengan kemeja kotak-kotak biru muda udah standby di meja nomor 4.
Menunggu kedatangan seseorang. Tak lama kemudian seorang cowok
berpotongan mohak mendekatinya dan duduk di hadapannya.
"Udah lama?" tanya Zack.
"Baru aja, kok."
"Jadi??"
"Apanya?"
"Jawaban kamu?"
"Zack, setelah gue pikir-pikir lagi.. Gue udah nemuin jawabannya." ujar Nezya.
"Gue.. gue nggak bisa, Zack."
"Nez.."
"Gue nggak bisa nolak cinta lo, Zack..." jawab Nezya sambil tersenyum.
"Gue juga cinta sama lo, Zack."
"Kamu serius?"
"Kamu pingin aku nggak serius??"
Zack langsung memengan kedua tangan Nezya dan tak segan-segan lagi menciumnya.
"Makasih, Nez, makasih banget, aku bahagia banget. Aku jamin, aku bisa bahagiain kamu."
"Aku percaya, Zack."******************
Semenjak
saat itu mereka berdua jadi sering jalan berdua, dan of course, tanpa
sepengetahuan Fera dan Nicko. Zack selalu aja nolak ajakan Fera jalan,
begitupun Nezya. Ia selalu menolak ajakan Nicko dengan alasan sibuk.
Hingga pada suatu sore, Fera dan Nicko, ketika ketemuan di salah satu
restoran yang ada di mall buat saling curhat tentan pasangan mereka
masing-masing, mereka melihat Nezya dan Zack jalan bareng sambil
bercanda-canda dan berpegangan tangan. Dengan penasaran, Fera dan Nicko
membuntuti mereka, kemanapun mereka pergi.
Bahkan
hingga pulang saat berada di depan gerbang rumah Nezya. Nicko memarkir
mobilnya berhadapan dengan mobil Zack namun dengan jarak yang lebih
jauh. Tepat ketika Zack dan Nezya akan-istilahnya... kissing- Nicko
menyentrongkan lampu utama mobilnya sehingga Zack dan Nezya terhenti.
Setelah itu, barulah Nicko dan Fera keluar dari mobil menuju Avanza di
hadapan mereka.
"Keluar!!" Nicko memukul moncong mobil itu dengan sedikit berteriak dan dengan muka yang serasa dibalut amarah.
"Dengan
takut-takut, Nezya membuak pintu mobil dan berdiri di hadapan Nicko
dengan menunduk. Sedangkan Zack buru-buru membuka pintu dan segera
berkata sesuatu pada Fera.
"Ini nggak seperti yang lo lihat, Fer," kata Zack. Tapi, apa yang didapatnya??PLAKK!!!Tamparan.
"Lo ngapain jalan sama Zack?"
Nicko mulai menginterogasi Nezya. Of course, dengan nada geram, nafas yang kacau nggak karuan, menahan marah.
"Jadi ini alasannya, kenapa lo nggak mau gue ajakin jalan akhir-akhir ini??" Nezya terdiam.
"Bagus!
Bagus, Nez! Gue nggak nyangka lo tega ngelakuin ini ke gue. Gue kira,
lo itu cewek baik-baik, tapi, lihat nyatanya, " Nicko menggelengkan
kepala.
"Gue kecewa sma lo, Nez."
"Nick.. Nicko, M.. Maafin gue.. Gue.."
"Maaf? Setelah lo lakuin ini semua, lo cuma bilang 'maaf'?? Oh, gampang, ya?? Semudah itukah??" timpal Nicko.
"Lo tahu, sikap lo ini, beber-bener bikin gue sakit ati, tahu nggak."
"Nickoo..." Nezya bersimpuh di kaki Nicko, memohon maaf atas apa yang diperbuatnya.
"Percuma,
Meskipun lo bersimpuh di kaki gue kayak gini, sampai lo nangis darah
sekalipun, lo nggak bakalan pernah bisa nyembuhin sakit hati gue yang
udah teramat sangat sakit ini," kata Nicko.
"Lagian apa sih kurangnya gue, Nez?? Hah!! Apa????!!!"
"Nicko.."
"Dimana letak kesetiaan yang lo janjiin itu, Nez?? Mana!!?" bentak Nicko.
"Nggak ada bukti. Lo bener-bener udah kecewain gue. Gue nggak bisa lagi maafin lo."
Nicko
melepaskan diri dari genggaman Nezya. Tapi Nezya malah masih tetap
merangkul sebelah kaki Nicko dengan dibanjiri air mata. "Lepasin gue,
sekarang."
"Gue nggak akan lepasin lo sebelum lo maafin gue, Nicko.."
"Itu
nggak bakalan pernah terjadi." Nicko menendang Nezya hingga jatuh
terjungkal ke belakang dan melepaskan kaki Nicko. Nicko kini sama sekali
tidak mempedulikan Nezya lagi, bahkan dia sama sekali nggak merasa
bersalah atas tendangannya barusan.
"Fera! Kita pulang! Nggak ada untungnya kita disini! Cepat masuk mobil!!"
"Fera, dengerin gue dulu!" Zack memohon.
"Udah cukup sampai disini, Zack. Mulai sekarang kita nggak ada hubungan apa-apa lagi.Kita putus!!"
Fera
langsung lari menuju mobil Nicko, dan tak lama kemudian mobil itu
melaju dengan kecepatan maksimal dan segera menjauh dari Zack dan Nezya.
"Nickooooo....."
"Feraaaaaa..."
Nezya
menangis dan tetap menangis. Zack menghampirinya dan membantu Nezya
berdiri setelah terjungkal beberapa saat yang lalu. Nezya ambruk di
pelukan Zack.
"Zack..." gumam Nezya.
"Kamu tenang Nez.. Jangan hadapi masalah ini dengan emosi," ujar Zack.
Nezya menarik diri dari pelukan Zack.
"Zack, sepertinya kita nggak bisa terus.."
"Maksud kamu??"
"Kita
harus hentikan semua ini. Ini bukan jalan yang benar. Cara kita ini,
menyakitkan banyak pihak.. Lebih baik kita sudahi saja semua ini.
Hubungan ini hanya akan terus menambah masalah."
"Tapi, Nez.." ucap Zack.
"Aku
nggak akan sanggup kalo harus kehilangan kamu. Aku bisa, aku masih
sanggup kalo musti kehilangan Fera, karena mulai dari awal aku memang
nggak cinta sama dia. Jadian aja, dia yang ungkapin dulu. Aku takut
nyakitin hati cewek, jadi ya mau nggak mau aku terima. Tapi jujur, aku
nggak cinta sama dia. Beda sama kamu, Nez.."
"Zack..."
"Nez, tolong ngerti posisi aku.."
"Tolong ngerti juga posisi Fera sama Nicko!" bentak Nezya.
"Mereka
terluka tas ulah kita! Aku nggak heran Nicko begitu marah sama aku,
karena aku emang keterlaluan. Terserah dia mau anggap aku apa,
pengkhianat, penipu, aku akan terima itu. Karena aku emang salah," kata
Nezya.
"Kalau bisa, mulai malam ini juga, kita berdua udah nggak ada hubungan apa-apa lagi.
" Nezya mengunci gerbang rumahnya dari dalam dan segera berlari ke dalam rumah.
"Nezya!! Nez...!!!" teriak Zack. Namun Nezya tak sekalipun menoleh ke arahnya.
Sebulan
telah berlalu semenjak insident itu terjadi. Namun antara Nezya, Fera,
dan Nicko masih belum muncul komunikasi yang baik seperti sedia kala.
Suatu siang seusai sekolah, seorang cowok di seberang jalan melambai ke
arah Nezya.
Zack.
Nezya menghampirinya dengan enggan. "Ada apa?"
"Aku cuma mau pamit," ucap Zack.
"Pam-pamit... Kemana?"
"Besok aku mau pergi ke New York, ngelanjutin kuliah disana."
"Besok? Kok mendadak banget??"
"Bukan
mendadak sebenarnya. Ini direncanakan udah lama, tapi aku sempat pernah
berfikir untuk mengurungkannya karena adanya kamu. Dan berhubung saat
ini, udah nggak ada lagi yang bisa bikin gue berarti disini, so buat apa
gue disini?? Lebih baik kan gue pergi, mencari suasana, dan semangat
baru,"ungkap Zack.
"Aku pasti akan merindukanmu, Zack..." gumam Nezya lirih.
"Aku
pasti juga akan sangat merindukan suasana disini, kamu, dan semuanya,"
ujar Zack. Tiba-tiba saja Nezya memeluk Zack.
"Zack,
jangan pergi. Aku mohon jangan pergi. Aku udah sendirian sekarang. Nggak
ada lagi yang mau nemenin gue. Jangan bikin aku merasa semakin
kesepian. Aku baru sadar, aku juga nggak sanggup kalo harus kehilangan
kamu. Aku masih cinta sama kamu. Aku masih sayang sama kamu,Zack.
Please, jangan pergi."
"Nggak akan ada yang bakalan
pergi dari sini," Tiba-tiba sebuah suara cowok menyahut dari jarak yang
lumayan dekat dengan Nezya dan Zack. Nezya segera buru-buru menarik diri
dan pandangannya tertuju pada asal suara, Nicko. "Zack akan tinggal,
kok. Dia cuma ngetes lo aja, gimana reaksi lo kalo Zack pamit mau
pergi."
"Zack masih cinta sama lo, mustinya kalian
balikan. Jangan siksa diri kalian dengan berjauh-jauhan kayak begitu..
Itu sama aja bunuh diri, tahu.." ujar cewek yang ada di sampingnya,
Fera.
"Nicko... Fera... " gumam Nezya pelan. "Kalian nggak marah lagi sama gue?"
"Buat
apa kita marah. Cinta itu nggak pernah salah. Cuman, terkadang caranya
aja yang salah," sahut Nicko. "Dan cinta itu ajaib. Karena insiden waktu
itu, gue jadi deket sama Fera. Dan kalian tahu apa? Kita udah
jadian..."
Nezya terkesiap. Terkejut akan kejadian yang tak terduga ini.
"Benar," sahut Zack. "Cinta itu nggak pernah salah. Nez, sekarang kamu mau kan balikan sama aku?"
"Kamu ngerjain aku, yaaaa?"
"Kamu
mau balikan kan sama aku? Dan tentunya bukan dengan cara yang telah
berlalu, namun dengan cara yang benar kali ini...."
"Asalkan kamu janji nggak akan pergi ke New York.."
Zack tersenyum dan kemudian memeluk Nezya.
"Terimakasih, Nez... I Love You, my princess"
"I Love You, too.my prince...."
"Nez!
Nezya!!" panggil Nicko panik. "Aduh, bangun donk! Lu sih pake ngelempar
bola melenceng gitu.. Liat tuh! Cewek gue kan yang jadi
korbannya!"
"Iya, maaf.... Gue nggak sengaja.." ujar cowok berkaos team kuning dari SMA Adi Jaya itu.
Nezya
membuka kedua matanya perlahan, awalnya anak-anak yang mengerubungnya
terlihat samar, namun setela mengerjapkannya beberapa kali, semuanya
terlihat jelas.
"Akhirnya, lo sadar juga..." kata Fera.
"Zack!!!"
Nezya langsung dengan cekatan memeluk cowok berkaos team kuning itu.
Yang dipeluk, kebingungan menghadapi keadaan ini.
"Nezya
!!" tegur Fera sambil melepasakan pelukan Nezya pada Zack. "Apaan
sih!!? Tiba-tiba nyelonong gitu aja ke pelukannya cowok gue! Nggak sopan
tahu!!"
"Nezya, lo apa-apaan sih? Cowok lo disini,
bukan dia." Kelihatannya Nicko sedikit terganggu- bukan sedikit, tapi
memang sangat terganggu. Apalagi banyak orang begini...
"Darimana lo tahu namanya Zack? Gue kan belum kasih tahu lo, Nez..." ujar Fera.
Nezya
melongo. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?? batinnya. Ia memandang ke
sekeliling, tampak sebuah lapangan basket di sekolahnya. Lapangan yang
pernah dipakai untuk tanding basket SMA Adi Thirta VS SMA Adi Jaya.
Namun, sepertinya semuanya tidak berubah. Semuanya seolah sama.
Jangan-jangan.......
"Kenapa gue disini??" tanya Nezya.
"Iya,
tadi waktu lo ngelamun, nggak sengaja Zack nelempar bola basket ke arah
lo. Alhasil, lo pingsan deh! Nggak sada-sadar sampe pertandingan
selesai," jelas Fera.
"Pertandingan-baru-aja-selesai??????"
"Ya... Dengan skor 29-30. 29 buat kita, 30 buat Adi Jaya."
Nezya melotot, seolah terkejut dan tak lam kemudian.....Gelap.Dia pingsan lagi!
"Nezyaaa.......!!!!!!!"
Cinta memang tak pernah salah
Akan tetapi,
Terkadang caranya saja yang salah.
^_^ thanks and please like ^_^